Jelang Pilpres 2019

Di seri artikel ini, kami membahas berbagai strategi kampanye para Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden. Selain itu, kami juga membahas berbagai fenomena yang terjadi di masyarakat terkait Pilpres 2019. Berikut kompilasi artikel seputar Pilpres 2019:

1. Dehumanisasi "Cebong" dan "Kampret" membahas diskursus politik Indonesia yang memiliki tendensi mendehumanisasi lawan politik dengan memberikan label "Cebong" atau "Kampret" terhadap lawan politiknya. Bagaimana dampak label tersebut? Simak di artikel berikut.

2. Kata 'millenial' sering sekali digunakan para politisi untuk menggalang dukungan kaum pemuda. Namun, kata 'millenial' seringkali menyebabkan generalisasi karakter kaum pemuda. Kata 'millenial' lebih merepresentasikan karakter pemuda elit di kota-kota besar. Bagaimana dampaknya pada kaum pemuda desa? Simak di artikel berikut.

3. Prabowo sempat melontarkan slogan 'Make Indonesia Great Again' di pidatonya. Apakah ada narasi tersirat yang disampaikan? Artikel ini membahas bagaimana framing kampanye Prabowo dapat memengaruhi pilihan politik masyarakat. Simak artikelnya di tautan berikut.

4. Kata "Genderuwo", "Sontoloyo" dan "Tampang Boyolali" sempat menjadi perbincangan media. Namun, perbincangan media hanya membahas kata-kata tersebut secara literal tanpa mengungkap makna tersirat dari kata-kata tersebut. Artikel ini mengkritisi pendekatan media dalam membincangkan kata-kata tersebut.

5. Iklan Gerindra sempat membuat heboh para freelancer. Iklan singkat yang menunjukkan susahnya mencari kerja dianggap menghina pekerjaan freelancer. Namun, iklan ini mungkin tidak menyasar Anda yang memiliki privilese untuk mendapatkan kerja non-konvensional. Artikel kami membahas siapa sebenarnya sasaran iklan tersebut.

6. Poros Maritim Dunia adalah bahan kampanye utama di tahun 2014. Namun, seiring berjalannya waktu, media mulai melupakan janji tersebut. Artikel kami mencoba mengevaluasi sejauh mana progress visi besar tersebut.

7. Rwanda sempat menjadi bahan perbincangan politik. Prabowo sempat mengklaim bahwa Indonesia kini semiskin negara-negara Afrika seperti Rwanda dan Haiti. Sayangnya, angle yang diliput media hanya sebatas mengoreksi fakta bahwa Haiti tidak berada di benua Afrika. Kami mencoba membahas bagaimana kondisi Rwanda kini dan bagaimana Rwanda mencapai tingkat perekonomian mereka kini pasca perang saudara 1994.

KOMENTAR

Nama

2018 in review,1,Ekonomi,13,ENG,7,Hubungan Internasional,5,Infografik,1,Kacamata,7,Kesehatan,1,Mata,19,Media,7,Mikroskop,2,Must Read,7,Newsletter,1,Santai,3,Sosial dan Politik,18,
ltr
static_page
Akyan.ID: Jelang Pilpres 2019
Jelang Pilpres 2019
Akyan.ID
https://www.akyan.id/p/jelang-pilpres-2019.html
https://www.akyan.id/
https://www.akyan.id/
https://www.akyan.id/p/jelang-pilpres-2019.html
true
1737985718176321393
UTF-8
Semua pos dimuat Tidak menemukan satu pun pos LIHAT SEMUA Selengkapnya Balas Batal balas Hapus Oleh Beranda LAMAN POS Lihat Semua DIREKOMENDASIKAN LABEL ARSIP CARI SEMUA POS Tidak menemukan pos yang sesuai Ke Beranda Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Min Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des baru saja 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago lebih dari 5 minggu Pengikut Ikuti AKSES KONTEN DIBATASI TAHAP 1: Bagikan. TAHAP 2: Klik tautan yang Anda bagikan untuk membuka. Salin Semua Kode Pilih Semua Kode Semua kode disalin ke papan klip Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy