Dibalik Glorifikasi Startup

“Unicorn? Yang online online itu?” Startup adalah buzzword generasi milenial, termasuk masyarakat milenial Indonesia. Namun, apakah kita...


“Unicorn? Yang online online itu?”

Startup adalah buzzword generasi milenial, termasuk masyarakat milenial Indonesia. Namun, apakah kita mengerti arti kata startup yang sesungguhnya? Menurut definisi Investopedia, startup adalah perusahaan muda yang dioperasikan oleh sejumlah founder dan individu. Perusahaan startup menyediakan solusi terhadap permasalahan yang belum ditawarkan perusahaan-perusahaan besar sebelumnya. Jadi sebenarnya, startup tak harus online maupun berbasis teknologi. Hanya saja, akhir-akhir ini, teknologi menawarkan solusi baru untuk menyelesaikan permasalahan umum sehingga mayoritas perusahaan startup memang berbasis teknologi. Ia mengalami perubahan makna seiring berkembangnya startup berbasis teknologi. 

Kita juga sering mendengar predikat “unicorn”. Unicorn adalah startup yang mencapai valuasi sebesar satu milyar dollar AS. Startup asal Indonesia seperti Tokopedia, Bukalapak, Traveloka dan Go-jek memang sudah berhasil mencapai predikat ini. 

Kini, Startup (dengan definisi terbarunya) diagung-agungkan, seolah-olah ia hadir sebagai jalan menuju kesuksesan baik bagi kekayaan individu maupun pembangunan negara. Generasi muda digalakkan membangun startup-nya sendiri. Startup diharapkan menjadi inovasi yang menawarkan solusi bagi generasi muda, seolah-olah startup adalah jalan mudah menuju kesuksesan. Kita diceritakan kisah Nadiem Makarim yang membangun Go-jek dan Achmad Zaky yang sukses membangun Bukalapak. Kita sebagai generasi muda dituntut untuk menelurkan ide inovatif dan membangun startup sendiri. 

Pemerintah pun didorong untuk mendukung startup asli Indonesia dengan membangun ekosistem yang bersahabat untuk tumbuh kembangnya startup seakan-akan dengan semakin banyaknya startup, perekonomian negara akan lebih baik. 

Namun, realita tak seindah kisah bahagia startup unicorn yang dianggap sukses. Dibalik glorifikasi startup, terdapat berbagai kisah yang patut kita ketahui agar tak terlena. 

Kegagalan Startup dan Peran Pemerintah 

Kita pasti sudah sering mendengar kisah sukses startup asli Indonesia seperti Go-jek, Traveloka, Bukalapak dan Tokopedia. Namun, menurut saya, kita juga perlu mendengar kisah kegagalan startup untuk mendapatkan gambaran yang lebih objektif mengenai dunia startup. Beberapa startup asal Indonesia yang gagal diantara SixReps, Sedapur.com, Tasterous.com, BukuQ.com, UpdateTerus.com, Golfnesia.com, Benpinter.net, RServe.me, KayaKarya.com dan Kassa9.com. Digitaraya menyebut 65% startup lokal gagal. Tak hanya di Indonesia, Silicon Valley pun menghadapi permasalahan serupa. Berdasarkan laporan Fortune, Sembilan dari sepuluh startup di Silicon Valley mengalami kegagalan. 

Berbagai faktor disebut sebagai alasan gagalnya startup tersebut. Mulai dari kehabisan dana, permasalahan internal serta kurangnya perhatian pemerintah dianggap alasan gagalnya startup. Berikut tautan artikel Tirto berjudul “Mengapa Foodpanda dan Beberapa Start-up Lain Gagal” yang membahas faktor kegagalan startup

Berbagai riset dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan kegagalan startup tersebut. Berbagai faktor yang dikambinghitamkan kemudian dipaksa untuk diperbaiki. Pemerintah dituntut untuk membangun ekosistem yang sehat untuk perkembangan sebanyak-banyaknya startup bagaimanapun caranya. Namun, menurut saya hal seperti ini tidak perlu dilakukan. 

Natural aja

Tuntutan agar pemerintah mendukung semua perkembangan startup adalah tuntutan yang tak realistis. Belum tentu suatu ide startup menyelesaikan permasalahan masyarakat dan memberikan dampak positif. 

Startup yang sukses biasanya menawarkan suatu ide brilian yang memudahkan masyarakat serta membantu perkembangan ekonomi negara. Misal saja, tanihub dan limakilo yang mencoba memutus rantai tengkulak dalam industri pertanian atau platform e-commerce seperti Bukalapak dan Tokopedia yang memberikan akses pasar yang lebih mudah bagi pegiat industri kecil dan menengah. Startup tersebut mengusung suatu ide inovasi yang sangat dibutuhkan. 

Bagi startup yang benar-benar memiliki ide inovasi yang sangat baik, peran pemerintah sebenarnya tidak diperlukan. Mekanisme pasar bebas akan membantu mereka untuk terus maju. Hal seperti ini tak perlu dipaksakan, ia akan sukses dengan sendirinya. 

Ketika beberapa startup gagal, mungkin memang mereka tak memberikan dampak yang positif bagi masyarakat. Misal saja, ada startup yang dibangun menawarkan review buku maupun review makanan tetapi kemudian tidak berhasil. Kita tak bisa langsung mengambinghitamkan kurangnya dukungan pemerintah. Bisa saja kegagalannya adalah karena ia tak menawarkan solusi yang inovatif. 

Mungkin memang sebaiknya wacana-wacana membangun startup tak perlu digembor-gemborkan. Sebagai anak muda, mungkin kita tak perlu memaksakan diri mencari inovasi baru tapi tak perlu. Mungkin pemerintah tak harus mendorong lahirnya startup baru. 

Startup seharusnya menyelesaikan permasalahan masyarakat secara natural dan tak dipaksakan. Kurangnya minat masyarakat terhadap sesuatu yang startup tawarkan sebaiknya disikapi dengan positif: bahwa masyarakat tak memiliki kebutuhan tersebut. Justru ketika dipaksakan, ia akan membawa malapetaka besar.

KOMENTAR

Nama

2018 in review,1,Ekonomi,13,ENG,7,Hubungan Internasional,5,Infografik,1,Kacamata,7,Kesehatan,1,Mata,19,Media,7,Mikroskop,2,Must Read,7,Newsletter,1,Santai,3,Sosial dan Politik,18,
ltr
item
Akyan.ID: Dibalik Glorifikasi Startup
Dibalik Glorifikasi Startup
Akyan.ID
https://www.akyan.id/2019/03/dibalik-glorifikasi-startup.html
https://www.akyan.id/
https://www.akyan.id/
https://www.akyan.id/2019/03/dibalik-glorifikasi-startup.html
true
1737985718176321393
UTF-8
Semua pos dimuat Tidak menemukan satu pun pos LIHAT SEMUA Selengkapnya Balas Batal balas Hapus Oleh Beranda LAMAN POS Lihat Semua DIREKOMENDASIKAN LABEL ARSIP CARI SEMUA POS Tidak menemukan pos yang sesuai Ke Beranda Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Min Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des baru saja 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago lebih dari 5 minggu Pengikut Ikuti AKSES KONTEN DIBATASI TAHAP 1: Bagikan. TAHAP 2: Klik tautan yang Anda bagikan untuk membuka. Salin Semua Kode Pilih Semua Kode Semua kode disalin ke papan klip Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy