Kritik Tanpa Solusi adalah Solusi

Beberapa minggu lalu, saya sempat menyaksikan perdebatan sengit antara seorang debater handal melawan seorang politisi di Twitter....



Beberapa minggu lalu, saya sempat menyaksikan perdebatan sengit antara seorang debater handal melawan seorang politisi di Twitter. Mereka memperdebatkan topik pemberian hoax award oleh PSI kepada tokoh-tokoh politik yang dianggap penyebar hoax. Setelah lama berdebat, sang politisi melontarkan pertanyaan pamungkas kepada sang debater, “kamu sudah berbuat apa?”, “kontribusi kamu apa?”, “solusi kamu apa?”. 

Pertanyaan seperti ini seringkali dilontarkan oleh seorang politisi atau pejabat pemerintah kepada pengkritik. Pertanyaan ini menunjukkan pandangan umum bahwa pengkritik harus juga disertai melakukan suatu aksi dan memberikan solusi. Pandangan politisi yang seperti ini juga diamini sebagian besar masyarakat. Pengkritik dianggap sekedar nyinyir tanpa memberikan dampak nyata. Tak hanya dalam konteks perdebatan ini saja, secara luas, masyarakat seringkali memandang rendah kritik terhadap pemerintah yang tak dibarengi solusi. Bahkan demonstrasi buruh setiap 1 Mei seringkali dinyinyiri dengan pertanyaan serupa: “demo mulu, solusimu apa?”. 

Namun, apakah pandangan seperti ini baik? Apakah benar setiap pengkritik wajib memberikan solusi pula? 

Menurut saya, sebagai rakyat biasa, kita tak memiliki tanggungjawab memberikan solusi terhadap suatu permasalahan. Kritik terhadap suatu kebijakan pemerintah atau suatu aksi yang dilakukan politisi tidak harus disertai solusi. Solusi, pembuatan keputusan dan kebijakan adalah ranah pemerintah, baik legislatif maupun eksekutif. 

Ya, saya sangat setuju jika seorang politisi, apalagi sekelas Wakil Ketua DPR, melontarkan kritik tanpa aksi nyata dan memberikan solusi di ranahnya, ia patut dipertanyakan. Ia patut diberikan tanggungjawab untuk melakukan aksi nyata, tak hanya mengkritisi kinerja cabang eksekutif. Tetapi, lain halnya dengan seorang rakyat biasa. 

Rakyat biasa tak seharusnya diberikan beban sebesar itu, Rakyat menjalani kehidupannya masing-masing, sehingga sangat tidak realistis untuk menuntut seorang mahasiswa jurusan Teknik Kelautan untuk memikirkan solusi dari permasalahan sosial seperti penyebaran hoax. Bagi rakyat, menyampaikan kritik adalah ungkapan rasa ketidakpuasan mereka terhadap kondisi yang mereka rasakan. 



Mahasiswa ilmu Sosial dan Politik pasti masih ingat bagan sistem politik di atas: sistem politik, David Easton, Pengantar Ilmu Politik?. Tanggapan dari rakyat berbentuk kritik, tuntutan dan dukungan adalah input bagi sistem politik, lalu sistem politiklah yang memproses input tersebut menjadi suatu output berupa keputusan atau tindakan dari pemerintah 

Seorang anggota DPR adalah representasi rakyat untuk mendengar input yang diberikan oleh rakyat lalu mengkonversinya menjadi suatu output. Partisipasi rakyat dalam sistem politik cukup sebatas memberikan feedback dan input, tak lebih dari itu. 

Pandangan bahwa setiap pengkritik harus memberikan solusi sama saja dengan membungkam ekspresi ketidakpuasan rakyat kepada pemerintah. Pandangan ini memberikan beban yang tak masuk akal bagi rakyat sehingga seakan-akan partisipasi dalam demokrasi adalah suatu hal yang berat. 

Anehnya, masyarakat seakan tak peduli ketika politisi melempar tanggung jawab mereka, tetapi kebakaran jenggot ketika KFC meminta pelanggan untuk membersihkan meja sebelum meninggalkan tempat. “Lah kan cleaning service tugasnya buat bersihin meja, masa kita juga yang bersihin. Gabut dong cleaning service-nya”, kata mereka. Lain kali jika seorang politisi menanyakan “Apa solusimu?”, jawab saja “Lah kan itu kerjaan lu buat mikir solusi? kalo gue juga yang mikirin solusi, lu kerjanya ngapain? Lu dibayar coy. Jangan gabutlah”. 

You have one job!”

KOMENTAR

Nama

2018 in review,1,Ekonomi,13,ENG,7,Hubungan Internasional,5,Infografik,1,Kacamata,7,Kesehatan,1,Mata,19,Media,7,Mikroskop,2,Must Read,7,Newsletter,1,Santai,3,Sosial dan Politik,18,
ltr
item
Akyan.ID: Kritik Tanpa Solusi adalah Solusi
Kritik Tanpa Solusi adalah Solusi
https://3.bp.blogspot.com/-m79sme9JVoA/XGfI9dL4W_I/AAAAAAAAAbM/L1OY9smhXO4KHeh9UZfhBVQAwHWmw3h8gCLcBGAs/s640/kfc-1574389_1920.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-m79sme9JVoA/XGfI9dL4W_I/AAAAAAAAAbM/L1OY9smhXO4KHeh9UZfhBVQAwHWmw3h8gCLcBGAs/s72-c/kfc-1574389_1920.jpg
Akyan.ID
https://www.akyan.id/2019/02/kritik-tanpa-solusi-adalah-solusi.html
https://www.akyan.id/
https://www.akyan.id/
https://www.akyan.id/2019/02/kritik-tanpa-solusi-adalah-solusi.html
true
1737985718176321393
UTF-8
Semua pos dimuat Tidak menemukan satu pun pos LIHAT SEMUA Selengkapnya Balas Batal balas Hapus Oleh Beranda LAMAN POS Lihat Semua DIREKOMENDASIKAN LABEL ARSIP CARI SEMUA POS Tidak menemukan pos yang sesuai Ke Beranda Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Min Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des baru saja 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago lebih dari 5 minggu Pengikut Ikuti AKSES KONTEN DIBATASI TAHAP 1: Bagikan. TAHAP 2: Klik tautan yang Anda bagikan untuk membuka. Salin Semua Kode Pilih Semua Kode Semua kode disalin ke papan klip Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy