Kita dan Rwanda

''Kita (Indonesia) setingkat dengan negara miskin di Benua Afrika, ada Rwanda, Haiti dan pulau-pulau kecil Kiribati, yang kita t...


''Kita (Indonesia) setingkat dengan negara miskin di Benua Afrika, ada Rwanda, Haiti dan pulau-pulau kecil Kiribati, yang kita tidak tahu letaknya di mana"

Pernyataan Prabowo Subianto yang mengkritisi kondisi perekonomian Indonesia dengan referensi negara-negara yang dinilainya 'miskin' sebagai perbandingan telah ramai diperbincangkan di media sosial. Sementara itu, kubu Joko Widodo sebagai lawan Prabowo dalam Pemilihan Presiden 2019, tak mau kalah berkomentar dalam hal ini. Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Arsul Sani, menyebut perbandingan yang dilakukan oleh Prabowo merendahkan bangsa. Beliau juga menyebutkan bahwa Indonesia merupakan negara anggota G20 dengan urutan 16 GDP dunia, sehingga tidak relevan membandingkannya dengan negara-negara miskin, salah satunya seperti Rwanda.

'Negara miskin', ya, reputasi Rwanda sebagai negara yang pernah dilanda konflik genosida 1994, menjadikannya sebagai salah satu referensi wajib ketika membahas tentang negara-negara miskin. Terlepas dari perbedaan argumentasi dari kedua kubu, terdapat satu pesetujuan secara implisit dari pandangan keduanya dalam hal ini, yaitu negara-negara yang disebutkan Prabowo, termasuk Rwanda merupakan negara miskin. Sehingga Indonesia tidak boleh sampai berada dalam jajaran negara-negara tersebut. Hal ini lah yang mendorong saya untuk mengetik 'Rwanda' di kolom pencarian google untuk mencari tahu kebenaran yang sesungguhnya. Awalnya saya hanya berniat 'mengisi otak' dengan informasi terkait sebelum memposisikan diri dalam perdebatan antara dua kubu, agar tidak 'ngaco' dalam beropini nantinya. Tapi ternyata dari hasil pencarian saya, kedua kubu salah besar dalam memandang Rwanda!

Sekilas tentang Rwanda:

Genosida Rwanda tahun 1994 merupakan salah satu genosida terburuk dalam sejarah manusia. Namun bahkan sebelum genosida terjadi, Rwanda merupakan negara rapuh yang sering dilanda krisis. Konflik yang terjadi semakin menghancurkan ekonomi Rwanda yang sejatinya telah rapuh dan menghilangkan nyawa sebagian besar populasi akibat kelaparan. Pada masa itu, sangat sulit membayangkan Rwanda untuk dapat pulih meskipun konflik telah berakhir.

Cukup dengan masa lalu kelam, lantas bagaimana kondisi Rwanda saat ini?

Saat ini Rwanda merupakan salah satu dari negara Afrika dengan tingkat pertumbuhan tercepat. Tingkat pertumbuhan GDP Rwanda mencapai 9% setiap tahunnya antara 2001 dan 2014. Hal ini membuat Rwanda mendapatkan reputasi global sebagai desinasi bisnis yang menarik. Menurut data World Bank's 2018 Ease of Doing Business Index, Rwanda berada di urutan ke-41 diatas negara-negara seperti Italia, Belgium dan Israel untuk menjadi negara yang paling ramah pebisnis di dunia.
Pada tahun 2017, Rwanda tengah mengalami transformasi besar-besaran. Kunci dari perubahan besar ini adalah visi untuk merubah perekonomian Rwanda yang sebelumnya bergantung pada sektor pertanian dan peternakan menjadi perekonomian berbasis pengetahuan dan teknologi. Sebelumnya, sekitar 83% populasi Rwanda masih menetap di rural area dan sebanyak 70% dari populasi masih bekerja di bidang peternakan. Namun, pemerintahan yang kini dibawah kepemimpinan Presiden Paul Kagame ingin merubah kondisi tersebut. Dalam waktu jangka panjang, pemerintah menargetkan Rwanda untuk bertransformasi dari yang sebelumnya negara dengan ekonomi berbasis agrikultur yang berpendapatan rendah menjadi negara dengan ekonomi berbasis pengetahuan dan service-oriented berstatus negara berpenghasilan menengah pada tahun 2020.

Dengan perencanaan jangka panjang yang menekankan pada investasi infrastruktur IT dan pengolahan tenaga ahli yang visioner, Rwanda telah menjadi pemimpin dari dunia sharing economy berbasis pengetahuan. Tidak berlebihan apabila kini Rwanda dipandang sebagai a land of opportunity dan simbol harapan bagi seluruh penjuru Afrika. Bagaimana tidak? Rwanda bahkan mulai menyaingi negara-negara maju dalam sektor yang fundamental, seperti infrastruktur smart city, pelatihan vokasional, dan strategi investasi asing. Akses dan konektivitas yang semakin maju tidak hanya membuat masyarakatnya saling terhubung, tetapi juga semakin membuka peluang dalam dunia bisnis internasional. Saat ini Rwanda menjadi penghubung bagi Afrika dengan perusahaan teknologi multinasional, termasuk diantaranya Google, Facebook dan Amazon.

Kesimpulan:

Label negara konflik dan miskin seakan susah dilepaskan dari Rwanda, bahkan setelah puluhan tahun konflik berlalu.  Padahal konflik genosida merupakan luka dan cerita lama, sementara Rwanda telah berupaya untuk menstabilkan dan memajukan kondisi negaranya yang sempat terhambat. Saat ini Rwanda terus menyelesaikan masalah domestiknya dan secara aktif mengekspor pembelajaran, infrastruktur dan kreativitasnya ke negara-negara tetangga. Bagi negara lain yang mencari masa depan, contoh Rwanda menunjukkan bahwa fokus pada pengetahuan dapat menawarkan banyak manfaat seperti sumber daya alam dalam membuat ekonomi berkembang pesat. Dengan pencapaiannya yang telah diraih hingga saat ini, saya rasa tidak adil apabila kita terus menerus memberikan label 'negara miskin' kepada Rwanda. Mungkin bukan Rwanda yang miskin. Prabowo dan Arsul Sani bisa menjadi menjadi contoh dari sekian banyak orang yang 'miskin informasi' atau bahkan menutup mata atas pencapaian luar biasa Rwanda pasca-konflik.

Referensi:
“How Rwanda’s Capital Became an African Tech Leader” by Lauren Razavi https://link.medium.com/zBAoWv84JT

https://nasional.kompas.com/read/2018/12/26/18045371/timses-jokowi-sarankan-prabowo-bandingkan-indonesia-dengan-negara-yang

https://www.weforum.org/agenda/2016/04/5-things-to-know-about-rwanda-s-economy/

KOMENTAR

Nama

2018 in review,1,Ekonomi,13,ENG,7,Hubungan Internasional,5,Infografik,1,Kacamata,7,Kesehatan,1,Mata,19,Media,7,Mikroskop,2,Must Read,7,Newsletter,1,Santai,3,Sosial dan Politik,18,
ltr
item
Akyan.ID: Kita dan Rwanda
Kita dan Rwanda
https://1.bp.blogspot.com/-31vIy8D3GCs/XE_3Jk8wTXI/AAAAAAAAAV8/G_ZsxG0ar_4vsUhFtFOTXXBgsfKIF8k_ACLcBGAs/s640/car-1430595_1280.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-31vIy8D3GCs/XE_3Jk8wTXI/AAAAAAAAAV8/G_ZsxG0ar_4vsUhFtFOTXXBgsfKIF8k_ACLcBGAs/s72-c/car-1430595_1280.jpg
Akyan.ID
https://www.akyan.id/2019/02/kita-dan-rwanda.html
https://www.akyan.id/
https://www.akyan.id/
https://www.akyan.id/2019/02/kita-dan-rwanda.html
true
1737985718176321393
UTF-8
Semua pos dimuat Tidak menemukan satu pun pos LIHAT SEMUA Selengkapnya Balas Batal balas Hapus Oleh Beranda LAMAN POS Lihat Semua DIREKOMENDASIKAN LABEL ARSIP CARI SEMUA POS Tidak menemukan pos yang sesuai Ke Beranda Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Min Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des baru saja 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago lebih dari 5 minggu Pengikut Ikuti AKSES KONTEN DIBATASI TAHAP 1: Bagikan. TAHAP 2: Klik tautan yang Anda bagikan untuk membuka. Salin Semua Kode Pilih Semua Kode Semua kode disalin ke papan klip Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy