Berani Tidak Berpendapat

Di negara ini, negara yang 'menjamin' kebebasan berpendapat, kita dilatih untuk berani menyampaikan pendapat. Pendidikan pun di...


Di negara ini, negara yang 'menjamin' kebebasan berpendapat, kita dilatih untuk berani menyampaikan pendapat. Pendidikan pun didesain sebegitu rupa agar generasi selanjutnya terbiasa berpendapat di muka umum. Kita dilatih untuk menyampaikan presentasi materi. Anak yang memberi komentar diberi nilai plus. Kelompok yang sedang presentasi pun terpaksa menanggapi jika tidak ingin terlihat bodoh. Sistem pendidikan kita melahirkan generasi baru, generasi yang suka sekali berpendapat tapi tak berpendapatan.

Generasi baru ini kemudian tumbuh besar dengan semakin luasnya ruang berpendapat. Media sosial hadir sebagai ruang diskusi baru dengan kebebasan yang tak pernah dimiliki generasi sebelumnya. Kolom komentar Facebook jauh lebih ramai daripada kelompok gosip arisan. Amati saja kolom komentar Facebook di laman berita. Setiap ada kontroversi baru, setiap orang berlomba-lomba menyampaikan pendapatnya. Bahkan tanpa ditanya.

Siapa?
Gw?
Yang nanya!

Tak akan bermasalah jika setiap orang yang berpendapat memiliki pengetahuan yang cukup tentang topik yang ia komentari. Tetapi, sangat bermasalah jika banyak orang yang sok tahu alias sotoy. Setiap topik baru muncul, setiap orang mulai menjadikan dirinya pakar dadakan. Berbagai topik, baik kecelakaan pesawat maupun bencana alam dikuasai oleh sang pakar dadakan.

Glorifikasi berpendapat sampai pada titik di mana yang tak berpendapat otomatis dianggap bodoh. Sebagai seorang mahasiswa Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, yang ketika kuliah sangat menekuni dunia debat parlementer, saya sering sekali dituntut untuk serba tahu. Jika saya tidak berpendapat, saya terkesan kudet.

Apa yang salah dengan tidak berpendapat? Sebaiknya, kebebasan berpendapat didampingi dengan kebebasan tidak berpendapat.

Salam tidak berpendapat!

KOMENTAR

Nama

2018 in review,1,Ekonomi,13,ENG,7,Hubungan Internasional,5,Infografik,1,Kacamata,7,Kesehatan,1,Mata,19,Media,7,Mikroskop,2,Must Read,7,Newsletter,1,Santai,3,Sosial dan Politik,18,
ltr
item
Akyan.ID: Berani Tidak Berpendapat
Berani Tidak Berpendapat
https://3.bp.blogspot.com/-XhmPq3-jxsg/XFAt0te89hI/AAAAAAAAAWU/VuXYR-tgOGUZWB9imqXXLIUBqXLGB4jywCLcBGAs/s640/conference-2705706_1280.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-XhmPq3-jxsg/XFAt0te89hI/AAAAAAAAAWU/VuXYR-tgOGUZWB9imqXXLIUBqXLGB4jywCLcBGAs/s72-c/conference-2705706_1280.jpg
Akyan.ID
https://www.akyan.id/2019/02/berani-tidak-berpendapat.html
https://www.akyan.id/
https://www.akyan.id/
https://www.akyan.id/2019/02/berani-tidak-berpendapat.html
true
1737985718176321393
UTF-8
Semua pos dimuat Tidak menemukan satu pun pos LIHAT SEMUA Selengkapnya Balas Batal balas Hapus Oleh Beranda LAMAN POS Lihat Semua DIREKOMENDASIKAN LABEL ARSIP CARI SEMUA POS Tidak menemukan pos yang sesuai Ke Beranda Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Min Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des baru saja 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago lebih dari 5 minggu Pengikut Ikuti AKSES KONTEN DIBATASI TAHAP 1: Bagikan. TAHAP 2: Klik tautan yang Anda bagikan untuk membuka. Salin Semua Kode Pilih Semua Kode Semua kode disalin ke papan klip Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy