Strategi Iklan "Habis lulus kuliah susah cari kerja?" Prabowo-Sandi

Dua hari terakhir, netizen dihebohkan dengan iklan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden, Prabowo-Sandi. Iklan ini dapat and...


Dua hari terakhir, netizen dihebohkan dengan iklan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden, Prabowo-Sandi. Iklan ini dapat anda saksikan sendiri di tautan berikut. Secara singkat, iklan ini menceritakan kisah seorang fresh-graduate jurusan arsitektur yang kesulitan mencari kerja yang sesuai jurusan kuliahnya. Ia kemudian "terpaksa" bekerja sebagai pengemudi ojek online, petugas parkir valet dan fotografer. Ia tak tahan melihat kekecewaan orang tua-nya. Kemudian tampak iklan Prabowo-Sandi di televisi dengan slogan "saatnya kita bergerak, untuk Indonesia lebih baik, adil dan makmur". Iklan ini terkesan menyindiri perekonomian di era Jokowi yang dianggap lesu. Kata "kerja kerja kerja" yang diucapkan sang fresh-graduate setiap ia melamar pekerjaan menjadi sindiran keras bagi slogan kampanye Jokowi dan kabinetnya.

Narasi yang disampaikan iklan ini serupa narasi kubu Donald Trump di Amerika Serikat. Donald Trump mengkritisi pemerintahan petahana partai Democrats dengan narasi lowongan pekerjaan yang makin sempit. Namun, selain mengkritisi kebijakan ekonomi, Trump juga menyalahkan imigran, terutama imigran ilegal dari Meksiko.

Sudah banyak komentar yang dilontarkan netizen, terutama di Twitter terkait iklan ini. Akun @hariadhi mencuit:
"Maaf, sebagai freelancer menurut saya iklan @prabowo @sandiuno yang ini menghina sekali. Jadi kami ini para fotografer, desainer lepas, penulis, konsultan dianggap BEBAN KELUARGA DAN BANGSA GITU?!??!?

Yang menentang iklan politik melecehkan profesi lepas spt ini RETWEET!!"
Artikel di Mojok.co, mencoba mengupas nalar ngawur dan blunder dalam iklan ini. Definisi kerja dalam iklan tersebut sangat sempit. Iklan ini dianggap membatasi definisi pekerjaan sebagai profesi sesuai passion serta ijazah yang dimiliki sang fresh-graduate. Kerja di era revolusi industri 4.0 seharusnya tak terbatas pada definisi kerja konvensional. Di era digital, freelancer menjadi profesi yang marak digeluti para milenial. Akun twitter @hariadhi menyampaikan pendapatnya dalam cuitan berikut:
"Selain melecehkan freelancer, iklan ini memperlihatkan tim ekonomi @prabowo GAGAP menghadapi kemajuan teknologi 4.0 yg akan menjelang. Di masa depan, kreativitas, programming, robot, AI akan bekerjasama sehingga manusia bisa santai kerja dari rumah"
Bagi generasi milenial, terutama di kota-kota besar, memang iklan Prabowo-Sandi terkesan tidak persuasif bahkan menghina. Menurut saya pribadi, iklan ini bukan berarti tim pemenangan Prabowo-Sandi gagap kemajuan teknologi. Maaf, iklan ini tidak menyasar anda.

Dari narasi yang ia coba sampaikan, iklan ini memang mencoba menyasar generasi baby boomers, generasi orang tua kita. Dapat kita lihat di iklan tersebut, figur ayah sang fresh-graduate kecewa ketika anaknya tidak mendapatkan pekerjaan mapan, sesuai keinginan sang anak dan kualifikasi ijazahnya. Mungkin generasi milenial tidak lagi mengidolakan pekerjaan konvensional. Namun, generasi orang tua kita, masih menyimpan pola pikir seperti itu.

Selain jurang generasi, secara geografis, pola pikir masyarakat Indonesia memang masih berbeda. Bagi pemuda kota besar seperti Jakarta, Surabaya atau Bandung, dampak revolusi industri 4.0 memang nyata. Kesempatan pekerjaan freelance dengan bayaran lumayan tersedia di kota-kota besar. Tetapi, mengutip pernyataan Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi,
"Begitu besarnya Indonesia ini, 34 provinsi. Kalau Belgia, naik sepeda motor bisa keliling Belgi. Pakai pesawatpun, dari Medan menuju ke Papua, sama dengan dari Medan ke Mekkah. Begitu besarnya geografi Indonesia dan begitu beragamnya kita"
Senada dengan argumen yang saya sampaikan di artikel "Milenial: Konsep Elitis Politik Indonesia" yang dapat diakses di tautan berikut, Indonesia memang cukup luas dan beragam. Corak ekonominya pun sangat beragam. Bagi masyarakat luar Jawa, pekerjaan konvensional memang masih menjadi pekerjaan ideal. Tidak ada alternatif. Kesempatan bekerja sebagai freelance belum cukup luas dan populer. Jika pun sebagian sudah menekuni profesi non-konvensional tersebut, perjuangan melawan cibiran tetangga masih sangat berat.

Menyindir iklan sindiran Prabowo-Sandi tidak akan memenangkan ide maupun kandidat yang kalian dukung. Demografi masyarakat yang masih mengidolakan pekerjaan konvensional masih cukup banyak. Bahkan di Amerika Serikat, Donald Trump, berhasil memenangkan pemilihan presiden dengan menggaet demografi tersebut dengan narasi lowongan pekerjaannya.

Oleh itu, sebaiknya diadakan diskusi konstruktif mengenai konsep pekerjaan di era revolusi industri 4.0 ini. Bagaimana caranya agar menyebarkan dampak positif tersebut agar dapat menyentuh masyarakat pedesaan? Bagaimana caranya untuk meng-update pola pikir generasi sebelumnya agar bisa menyesuaikan ekspektasi mereka terhadap pekerjaan anak-anaknya? Selagi permasalahan-permasalahan ini belum terselesaikan, politik Indonesia akan terus menerus terjebak dalam polarisasi tanpa solusi.



Gambar sampul: cuplikan layar video iklan "Habis lulus kuliah susah cari kerja?" di Youtube

KOMENTAR

Nama

2018 in review,1,Ekonomi,13,ENG,7,Hubungan Internasional,5,Infografik,1,Kacamata,7,Kesehatan,1,Mata,19,Media,7,Mikroskop,2,Must Read,7,Newsletter,1,Santai,3,Sosial dan Politik,18,
ltr
item
Akyan.ID: Strategi Iklan "Habis lulus kuliah susah cari kerja?" Prabowo-Sandi
Strategi Iklan "Habis lulus kuliah susah cari kerja?" Prabowo-Sandi
https://4.bp.blogspot.com/-cw6Yod89lC8/XBYK3pikA5I/AAAAAAAALms/215uhG0GTxIX04ZlaupMRCCBwPoDMsv0ACLcBGAs/s320/foto.PNG
https://4.bp.blogspot.com/-cw6Yod89lC8/XBYK3pikA5I/AAAAAAAALms/215uhG0GTxIX04ZlaupMRCCBwPoDMsv0ACLcBGAs/s72-c/foto.PNG
Akyan.ID
https://www.akyan.id/2018/12/strategi-iklan-habis-lulus-kuliah-susah.html
https://www.akyan.id/
https://www.akyan.id/
https://www.akyan.id/2018/12/strategi-iklan-habis-lulus-kuliah-susah.html
true
1737985718176321393
UTF-8
Semua pos dimuat Tidak menemukan satu pun pos LIHAT SEMUA Selengkapnya Balas Batal balas Hapus Oleh Beranda LAMAN POS Lihat Semua DIREKOMENDASIKAN LABEL ARSIP CARI SEMUA POS Tidak menemukan pos yang sesuai Ke Beranda Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Min Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des baru saja 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago lebih dari 5 minggu Pengikut Ikuti AKSES KONTEN DIBATASI TAHAP 1: Bagikan. TAHAP 2: Klik tautan yang Anda bagikan untuk membuka. Salin Semua Kode Pilih Semua Kode Semua kode disalin ke papan klip Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy