Millenial: Konsep Elitis Politik Indonesia

Pada dasarnya, penggunaan terminologi 'Milenial' adalah suatu manifestasi dari elitisme politik tanah air. Dengan asumsi generalisasi tantangan serta sifat generasi 1980-an dan 1990-an, perhatian politisi dan pembuat kebijakan akan selalu diberikan pada elit generasi ini.


Milenial telah menjadi suatu terminologi populer dalam diskusi politik tanah air. Partai Solidaritas Indonesia (PSI) muncul sebagai partai 'milenial'. Terbaru, Calon Wakil Presiden, Ma'ruf Amin, seorang Kiai berusia 75 tahun pun diklaim sebagai seorang 'Milenial'. Konsep 'Milenial' sendiri mempunyai makna yang tak jelas. 'Milenial' kini digunakan sebagai sinonim 'anak muda'. Tapi apakah arti 'Milenial" sebenarnya? Dan apa implikasi penggunaan kata 'Milenial sebagai kata ganti 'anak muda'?

Secara umum, 'Milenial' atau 'Generasi Y' didefinisikan sebagai generasi yang lahir dalam rentang tahun 1980-an sampai 1990-an. Terminologi ini diimpor dari Amerika Serikat. Dalam penggunaannya, terminologi 'Milenial' tidak hanya digunakan untuk mengacu pada tahun lahir tetapi juga berbagai karakteristik yang melekat dengan kata tersebut. Berbagai karakteristik diidentikkan dengan generasi 'Milenial'. "Pengguna media sosial", "penyuka konten autentik", "ingin tahu", "individualis", "kreatif" adalah beberapa label yang melekat dengan terminologi 'Milenial'. Tidak hanya kata-kata sifat tersebut, 'Milenial' juga identik dengan corak ekonomi tertentu. 'Milenial' identik dengan ekonomi kreatif dan pengembangan corak-corak ekonomi baru. Hal ini kemudian dijadikan dasar oleh Partai Milenial, PSI, untuk mengajukan perubahan nama kementerian menjadi Kementerian UKM, Ekonomi Kreatif, Start Up dan Pemuda. Tulisan ini tidak bertujuan untuk mengkritisi pengajuan kementerian tersebut karena sudah banyak yang mengkritisi. Pengajuan saran perubahan nama kementerian oleh PSI hanyalah satu dari sekian banyak implikasi penggunaan terminologi 'Milenial'. Tulisan ini bertujuan untuk mengeksplorasi implikasi penggunaan kata 'Milenial' dalam politik Indonesia.

Permasalahan penggunaan terminologi ini adalah ketika kata 'Milenial' beserta berbagai kata sifat yang diidentikkan dengannya seakan-akan mewakili generasi yang lahir dalam rentang tahun 1980-an hingga 1990-an. Secara implisit, penggunaan kata 'Milenial' berasumsi bahwa generasi tersebut memiliki sifat-sifat yang identik. Seakan-akan setiap anak muda kelahiran tahun 1980-an hingga 1990-an memiliki tantangan hidup yang sama. Padahal, realitanya, kesenjangan ekonomi dan pembangunan masih nyata, sehingga membentuk tantangan yang berbeda-beda bagi para anak muda. Konsekuensi pembangunan Jawa-sentris di era Orde Baru masih menghantui Indonesia. Anak muda Jawa dengan segala keunggulan pembangunannya, dengan perkembangan teknologi dan pendidikannya, mungkin dapat diidentikkan dengan sifat-sifat 'Milenial' sebagaimana dimaksud oleh pencetus terminologi ini di Amerika sana. Tetapi, apakah anak muda Sumatera dan Indonesia Timur mengalami tantangan dan sifat yang sama? Anak muda daerah mungkin justru mengalami tantangan ekonomi yang lebih serupa dengan tantangan ekonomi yang dihadapi anak muda Jawa 20-30 tahun yang lalu.

Pada dasarnya, penggunaan terminologi 'Milenial' adalah suatu manifestasi dari elitisme politik tanah air. Dengan asumsi generalisasi tantangan serta sifat generasi 1980-an dan 1990-an, perhatian politisi dan pembuat kebijakan akan selalu diberikan pada elit generasi ini. Pengelolaan startup, teknologi, big-data dan berbagai isu elit ekonomi lainnya akan terwakili sementara pengelolaan hasil pertanian, pemberantasan tengkulak dan isu-isu anak muda daerah akan selalu dikesampingkan.

Background vector created by Iconicbestiary - Freepik.com

KOMENTAR

Nama

2018 in review,1,Ekonomi,13,ENG,7,Hubungan Internasional,5,Infografik,1,Kacamata,7,Kesehatan,1,Mata,19,Media,7,Mikroskop,2,Must Read,7,Newsletter,1,Santai,3,Sosial dan Politik,18,
ltr
item
Akyan.ID: Millenial: Konsep Elitis Politik Indonesia
Millenial: Konsep Elitis Politik Indonesia
Pada dasarnya, penggunaan terminologi 'Milenial' adalah suatu manifestasi dari elitisme politik tanah air. Dengan asumsi generalisasi tantangan serta sifat generasi 1980-an dan 1990-an, perhatian politisi dan pembuat kebijakan akan selalu diberikan pada elit generasi ini.
https://3.bp.blogspot.com/-QN1BJ8jYwqY/XA53PlaBdqI/AAAAAAAAAD4/Tb_IMIfqG8MzOOhRtpkmnZa1icsmzrVYwCLcBGAs/s640/692.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-QN1BJ8jYwqY/XA53PlaBdqI/AAAAAAAAAD4/Tb_IMIfqG8MzOOhRtpkmnZa1icsmzrVYwCLcBGAs/s72-c/692.jpg
Akyan.ID
https://www.akyan.id/2018/12/milenialelitis.html
https://www.akyan.id/
https://www.akyan.id/
https://www.akyan.id/2018/12/milenialelitis.html
true
1737985718176321393
UTF-8
Semua pos dimuat Tidak menemukan satu pun pos LIHAT SEMUA Selengkapnya Balas Batal balas Hapus Oleh Beranda LAMAN POS Lihat Semua DIREKOMENDASIKAN LABEL ARSIP CARI SEMUA POS Tidak menemukan pos yang sesuai Ke Beranda Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Min Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des baru saja 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago lebih dari 5 minggu Pengikut Ikuti AKSES KONTEN DIBATASI TAHAP 1: Bagikan. TAHAP 2: Klik tautan yang Anda bagikan untuk membuka. Salin Semua Kode Pilih Semua Kode Semua kode disalin ke papan klip Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy